Nasehat Pernikahan

Toto Tasmara, FB Status 10 Januari 2013

Untuk sekedar mengingatkan diri dan kita yang telah menikah, mari kita flash back lagi, apa arti pernikahan itu. Ini adalah tulisan saya semoga dapat dibaca dengan hati penuh rasa ingin tahu. Amin

Nasehat Pernikahan

Engkau berkumpul dalam tali pernikahan, bukan mengikat tubuhmu. Tetapi membedah jiwa menebar benih-benih cinta, bagaikan ladang yang ditabur benih, tumbuh berbunga dan meranumkan bebuahan yang lezat karena dipupuk saling berbagi rasa, saling menyelami nuansa jiwa.

Malam ini engkau berdua menjadi raja dan ratu sehari, tetapi akan menjadi budak selamanya, yang akan saling melayani dengan cinta. Bila istri adalah kembang merekah, biarkan suami menjadi lebah yang mereguk keindahan putik sari untuk dijadikannya madu. Suami adalah samudera yang bergelora merindukan pantai tempat ia menghempas lelah.
nasehat-pernikahan
Nasehat Pernikahan
Pandanglah istrimu dengan keterpesonaan dan deru kan dengan haru rasa hormatmu. Genggamlah cintanya bagaikan engkau memegang pualam. Jangan kasar apalagi kau campakan. Sesalmu tak akan merubah guruh di langit yang akan mencambukmu dengan kehancuran.

Runtuhkan egomu masing-masing. Tidak ada lagi aku dan kau. Kini hanya ada hanya satu kata, kita!

Karena, reruntuhan pernikahan yang dibangun di atas ego, hanyalah pernyataan cinta hampa, bagaikan kardus-kardus yang dibentuk indah, tetapi layu tertimpa hujan, dan mudah terbakar hangus oleh percikan lelatunya api.

Berapa banyak dari mereka berkumpul dan saling mengenal wajah masing-masing. Nyatanya, hati mereka saling berpaling. Bertahun berkumpul satu atap, saling menatap dan tegur sapa. Tetapi rahasia batin sulit di ungkap, masing-masing gagal mengenal siapa.

Menyelamlah ke dasar kalbu masing-masing dan temukan hikmah di dalamnya. Karena di dalam hati kalian tersimpan amanah langit yang sangat besar tanggung jawabnya (mitsaqan ghalidza).

Waktu akan terus merenda cintamu. Di dalamnya angin semilir atau badai yang mengguncang. Tetaplah tanganmu berpegangan semakin erat. Karena, tujuanmu merenda rumah tangga sakinah, mawadah dan penuh rahmah bukan datang begitu saja dari langit. Nikmati peranmu masing-masing. Suami istri bagaikan nakhoda dan mualim atau pilot dan co pilot-nya.

Ketika suami gelisah, hanyalah istri shalihah yang mampu menjadi pelita jiwa mendengarkan jeritan jiwanya yang sedang di himpit persoalan kehidupan. Istri yang setia menampung segala keluh kesah suami sambil mengusapkan ujung jemarinya yang memberikan kekuatan dan merajut renda-renda cinta di lubuk hati suaminya.

Dan suami yang shalih, mampu mendekap jiwa istrinya yang resah, ketika ada segumpal derita yang menyayat hatinya. Ketika hati istri terasa rusuh jiwanya pengap terguncang, mungkin dia ingin di dekap sayang.

Di kamarmu selalu ada dua lembar sajadah penyejuk iman penawar hati yang basah.

Jangan sekalipun engkau biarkan penumpang gelap memasuki biduk rumah tanggamu. Karena hanya akan membuat biduk menanggung beban, kemudian tenggelam kandas di batu karang yang tidak hanya mencabik kalian berdua, tetapi seluruh penumpang disikat sakit menjerit!.

Nasehat Pernikahan

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel