Nasehat Untuk Suami

Toto Tasmara, FB Status 3 Januari 2012

Nasehat Untuk Suami

Pada saat Rasulullah menyampaikan khutbah haji wadda di Padang Arafah, beliau mengawali khutbahnya dengan mengingatkan kita semua terhadap kemuliaan kaum wanita, diantaranya dikatakan:
“Wahai manusia, takutlah kepada Allah akan urusan wanita. Sesungguhnya kamu mengambil mereka sebagai istri dengan amanah Allah!"
nasehat-untuk-suami
Nasehat Untuk Suami
Karenanya, bila engkau sia-siakan istrimu, engkau telah mengabaikan amanah Allah. Bila engkau sakiti nurani dan fisiknya, sungguh engkau telah menodai kesucian amanah Allah.

Pantaslah Rasulullah menjadikan ukuran ahlak seorang suami terhadap istrinya sebagai salah satu sikap yang mulia (ahlakul karimah), beliau bersabda:
"Seseorang tidak akan menghormati kaum perempuan, kecuali jika orang tersebut berjiwa besar dan mulia. Dan seseorang tidak akan merendahkan kaum perempuan, kecuali jika orang itu berjiwa rendah dan hina."

Yang kedua, adalah amanah orang tua dan keluarga besarnya. Dengarkan dengan suara batinmu yang paling bening, betapa istrimu sosok wanita yang sangat dicintai oleh ayah dan ibu kandungnya. Orang tua yang telah ijab (menyerahkan) kepadamu dan kemudian engkau terima (qabul), terselip di hati kedua orang tuanya rasa cemas, rasa harap, rasa kebahagiaan yang berbaur dengan sederet pertanyaan. Seakan-akan ada rintihan doa yang sangat puitis menghantarkan putrinya untuk mendampingi dan mengarungi hidup bersamamu. Hatinya cemas, takut apabila putrinya akan disia-siakan olehmu.

Tetapi dibalik itu terselip pula sepercik harapan dan bahagia. Karena kedua orang tua dan seluruh keluarganya telah memilihmu sebagai lelaki yang akan tampil sebagai pemimpin membina kebahagiaan rumah tangga yang kelak diharapkan melahirkan generasi yang shalih dan shalihat. Rasulullah bersabda:
“Ada dua dosa yang akan disegerakan Allah siksanya di dunia ini juga, yaitu Al Baghyu dan durhaka kepada kedua orang tua.“ (HR.Turmudzi , Bukhari dan Thabrani)

Al Baghyu artinya perbuatan yang kasar, berbuat sewenang-wenang, menganiaya, menyakiti hak azasi orang lain, dalam hal ini adalah istrimu yang sekarang berada di sampingmu.

Bila engkau sakiti istrimu dengan kata-kata yang kasar, tergores luka di hatinya, dan bila hal ini terdengar oleh orang tuanya dan orang tuamu, sungguh luka itu semakin mendalam menggores di hati mereka juga, Sebab itu, buka pintu hati, lembutkan kamar qalbu dengan memperbanyak dzikir, sehingga seluruh ungkapan hatimu akan dibimbing dengan “cinta“.

Simak pula wasiat Rasulullah yang bersabda:
“ .... yang paling baik diantara kamu adalah yang baik dan paling lembut terhadap keluarganya.”

Lebih lanjut beliau bersabda pula,
"Seseorang tidak akan menghormati kaum perempuan, kecuali jika orang tersebut berjiwa besar dan mulia. Dan seseorang tidak akan merendahkan kaum perempuan, kecuali jika orang itu berjiwa rendah dan hina."

Ada sebuah kisah yang menggetarkan hati, tatkala Aisyah radhiyallahu anhu bangun menjelang subuh ternyata Rasulullah tidak berada di pembaringan. Dengan cemas ia keluar untuk mencari Rasulullah. Ketika ia membuka pintu, betapa terkejutnya melihat Rasulullah tertidur di depan pintu beralaskan tanah. Siti Aisyah menjerit, "Ya Rasulullah kenapa engkau tidur di depan pintu?", Kemudian Rasulullah menjawab, "Tadi malam aku pulang agak larut, Aku takut bila aku mengetuk pintu akan mengganggu tidurmu, maka aku tidur di depan pintu.”

Subhanallah, betapa Rasulullah kekasih Allah sangat santun kepada istrinya. Bahkan tidak berani mengetuk pintu hanya karena ingin agar tidur istrinya tidak terganggu. Maka, bila engkau termasuk penempuh jalan keridhaan Ilahi, bersikaplah hormat dan santun pada istrimu. Jangankan melukai hatinya, mengganggu kenikmatan lelapnya istri yang sedang hanyut di alam mimpi pun sungguh ia hargai. Inilah nasehat paling monumental yang dicontohkan Rasulullah untuk para suami.

Bila dalam pekerjaanmu atau usahamu mengalami kesulitan bahkan kebangkrutan, bicarakanlah dengan istrimu. Lepaskan segala beban batinmu kepadanya. Karena di hati seorang istri yang shalihah ada kekuatan doa yang dahsyat yang mampu menggetarkan langit. Ajaklah ia untuk shalat dan bermunajat, niscaya segala beban itu akan tersingkir sirna berganti wajah dengan kemuliaan.

Selanjutnya ketahuilah wahai para suami, ada saatnya istrimu marah atau kesal. Jangan.. jangan engkau balas dengan bentakan. Karena api hanya bisa padam oleh air. Pada saat seperti itu, tunjukan sikapmu yang paling jantan sosok seorang gentlement. Tatap wajah istri yang sedang kesal itu dengan senyuman diiringi tatapan yang purnama, sejuk dan damai.

Pada saat marah, dibalas dengan senyum ramah, pada saat sesak dada kecamuk cemburu, maka nyatakanlah dengan cumbu dan pelukan. Hampiri dan dekaplah, bisikan ditelinganya kata-kata penuh cinta…

Ketahuilah, ada kalanya istrimu meminta perhatian, bahkan yang sekecil apapun atau sesuatu yang mungkin menurut perkiraanmu tidak praktis dan sepele. Tetapi cinta mengalahkan segalanya, sehingga mendorongmu untuk memenuhi hasrat istrimu yang minta diperhatikan. Sungguh dia itu ingin dimanja, disayang dan direngkuh dalam pelukanmu. Ingin dicemburui tapi tidak berlebihan. Karena Rasulullah sendiri kadang-kadang menampakkan cemburunya kepada istrinya, dan kemudian berakhir dengan cinta.

Hamparkan selalu sajadah, engkau jadi imamnya, dan istri serta anak-anakmu menjadi makmumnya, maka Allah tersenyum melimpah berkah.

Banyak para suami membedakan cintanya, mereka mencintai anak sepenuh hatinya, tetapi mencintai istri setengah hati. Jangan.. jangan engkau berbuat seperti itu. Resapkan dengan nuranimu, bahwa hal terpenting untuk memberikan perhatian dan mencintai anak-anakmu adalah mencintai istrimu, ibu dari anak-anakmu - The most important thing a father can do for his children is to love their mother!

Nasehat Untuk Suami.

Subscribe to receive free email updates: